Suka Info Misteri? Baca langsung via emailmu. Klik di sini untuk mendaftar!

Alasan Pengunduran Diri Paus Benediktus XVI

Alasan Pengunduran Diri Paus Benediktus XVI

Kabar tak sedap mulai berhembus mengenai alasan pengunduran diri Paus Benediktus XVI. Walaupun pria 85 tahun itu menegaskan dirinya mundur dengan alasan uzur dan kesehatan yang mulai memburuk, tetapi sebuah harian Italia, La Repubblica, mengungkapkan alasan lain yang sangat kontroversial. Berdasar laporan yang ditulis pada Kamis waktu setempat, pria yang bernama asli Joseph Aloisius Ratzinger itu mengundurkan diri setelah tim investigasi internal melaporkan adanya praktik homoseksual, pemerasan dan korupsi di Vatikan.

Sejak mencuatnya dugaan skandal VatiLeaks tahun lalu, Paus membentuk tim investigasi yang terdiri dari tiga kardinal yakni Kardinal Spanyol, Julián Herranz, Kardinal Slovakia, Jozef Tomko serta Kardinal Salvatore De Giorgi, bekas Uskup Agung Palermo. Mereka diminta menyelidiki sejumlah tuduhan seperti penyelewengan keuangan, kronisme, dan korupsi di Vatikan.

Pada 17 Desember lalu, tim kardinal menyerahkan dua bundel berkas kepada Benediktus. Hasil penyelidikan yang dituangkan dalam berkas setebal masing-masing 300 halaman itu mengungkap sejumlah faksi di dalam tubuh Vatikan telah melanggar 10 Perintah Allah, terutama nomor enam mengenai perzinahan dan nomor tujuh tentang pencurian.

“Di hari itulah, dengan berkas-berkas di mejanya, Benediktus XVI mengambil keputusan yang telah begitu lama dia renungkan,” tulis La Repubblica.

Menurut penuturan seorang sumber yang dekat dengan ketiga kardinal, tim penyidik telah menemukan sebuah jaringan gay bawah tanah yang anggotanya merupakan sejumlah pejabat Vatikan dan warga non-Vatikan. Kegiatan mereka berlangsung di beberapa tempat di Roma dan Vatikan. Akibatnya, para pelaku menjadi rentan terhadap pemerasan.

Juru bicara Vatikan, Federico Lombardi, menolak menanggapi kabar terssebut. “Baik saya maupun ketiga kardinal tidak akan mengkonfirmasi atau membantah masalah ini. Kabar ini justru memperburuk kondisi menjelang konklaf atau pemilihan Paus baru,” kata Lombardi.

Laporan ihwal jaring homoseksual dalam tubuh Tahta Suci Vatikan bukanlah yang pertama ditulis La Repubblica. Pada 2010, harian ini melaporkan seorang anggota paduan suara Vatikan dipaksa mundur karena menyewa pelacur pria. Beberapa bulan kemudian, sebuah majalah mingguan Italia merekam seorang pastur yang mengunjungi klub gay dan berhubungan seksual dengan sesama jenis.

Adapun jumlah kardinal yang akan mengikuti pemilihan Paus baru atau konklaf berkurang menjadi 116 orang. Kardinal Indonesia, Julius Rijad Darmaatmadja, menjadi satu-satunya kardinal yang mengudurkan diri. “Saya tidak bisa hadir karena kondisi mata saya yang semakin melemah. Sehingga saya tidak mungkin membaca dokumen yang harus dilakukan saat konklaf,” ujar Julius seperti dilansir majalah Katolik, Hidup, edisi 24 Februari lalu.